Jumat, 02 Februari 2018

Web Server dan FTP Server

Sering ada teman-teman yang panggil untuk service atau sekedar instal pc-nya di warnet mereka. Kalau begitu maka segala perlengkapan biasanya selalu sudah saya siapkan sebelumnya, seperti tang krimping, beberapa flashdisk untuk instalan, obeng2 dan tang. Perlengkapan2 itu saja sebenarnya sudah cukup untuk menjadi seorang teknisi warnet 😉 hehehe.. kecuali kalau mereka juga mau sekalian diinstalkan listrik atau ada servisan ringan maka perlengkapan akan bisa lebih banyak yg ikut serta.

Nah yg jadi persoalan biasanya buat saya adalah saya lupa mengcopy satu dua file yg saya perlukan sebagai kelengkapan instalannya. Atau malah kadang flashdisknya tertinggal di rumah padahal saya sudah sampai di rumah teman yg order sedangkan rumahnya sejauh lintas kabupaten, bukan main!

Tapi itu cerita dulu, sebelum akhirnya saya menginstal web server dan ftp server di komputer billing warnet di tempat saya. Kalau kemudian ada yg terlupa atau malah saya tidak bawa flashdisk sama sekali, tinggal masuk saja di ddns saya, pastinya akan langsung bisa terhubung di komputer billing warnet di rumah, di mana semua file instalan warnet sudah lengkap tersedia. Driverpack online yang juga dulu selalu saya manfaatkan, entah kenapa sekarang sudah tidak bisa lagi. Apakah sudah diblokir oleh vendornya atau bagaimana, tidak jelas. Bisanya sekarang ini cuma untuk yang downloadnya saja di situsnya padahal downloadnya itu bisa bergiga-giga, masak cuma mau beberapa driver saja sampai harus download bergiga-giga kan??.. Tapi dengan ftp server, driverpack online akhirnya kembali bisa saya terapkan, walaupun itu bukan lagi dari situsnya langsung tapi dari komputer billing warnet saya 😊 hehehe..

Kamis, 01 Februari 2018

PS-2

Siang tadi waktu lagi jaga warung coba2 utak-atik PS2 zaman dulu yg sudah tidak pernah lagi dipakai. Saya bongkar sampai dalam-dalamnya, bersihkan pakai kuas dan thinner, panaskan kembali solderan kaki2 komponennya yg sudah banyak memudar, bersihkan debu2nya, sampai semua kelihatan cling kembali 😀

Setelah dipasang saya coba test di televisi. hmm.. ternyata masih bisa jalan normal dalam artian layar masih terbuka dan berhenti di menu browser.. tapi sayangnya saya tidak punya lagi cd-nya walaupun sebiji.. akhirnya saya coba browsing cari cara bagaimana supaya konsol PS2 itu bisa jalan kembali seperti dulu waktu pertama kali saya minta dipasangkan harddisk di sebuah toko.

Dulu memang pernah saya pasangkan harddisk biar tidak usah lagi setiap mau permainan game lain pakai acara gonta ganti cd. Tapi seiring waktu akhirnya PS2 itu rusak, alias tidak bisa dipakai main game lagi. Yang tersisa cuma harddisk dan network adapternya saja selain konsol ps2-nya sendiri. nasibnya sendiri akhirnya teronggok menyendiri bertahun-tahun di sudut dalam di lemari televisi ..

Dari hasil browsing, saya dapatkan petunjuk bagus dari sini. saya lalu ikuti petunjuk2nya, setelah baca dan menyimak dengan seksama tulisan2nya saya coba mau praktekkan tutorialnya 😌

Jadi langkah2 intinya adalah pertama kali hardisknya itu harus diformat dulu pakai winhiip, lalu kemudian diinstalkan semacam OS alias Operating System supaya konsol PS2-nya waktu dihidupkan bisa terbuka dan juga sekalian menjadi wadah tempat mengatur game2 nantinya, softwarenya pakai ini. Setelah harddisknya diinstalkan OS kemudian diisilah game2, isi game2nya pakai software ini. Sumber gamenya sendiri bisa diambil dari cd game juga bisa didownload dari internet, bisa di sini, di sini, atau cari saja di manapun, tanya pak google.

Karena harddisk ku dulu itu juga bekas harddisk game maka file game di dalamnya masih banyak, jadi semuanya sebelumnya saya copy dulu ke harddisk lain sebelum nantinya setelah harddisk game itu selesai diproses maka dikembalikan lagi.

Singkat cerita setelah semua selesai dilakukan bisa main game lagi 😁 cihhuy!

Sabtu, 27 Januari 2018

PC di warnet rusak...


Kemarin, salah satu pc di warnet ada yang rusak.. entah siapa yang terakhir pakai di situ.. huh!! 😡 yang jelasnya kerusakannya itu mati total, biarpun tombol powernya ditekan sekuat tenaga, dia tetap berkeras tidak mau hidup.. kipas powernya hanya sempat bergerak sedikit pas tombol power ditekan tapi tidak lama hanya sepersekian detik dan mati lagi. biar diancam-ancam juga dia tetap tidak mau bergeming..

Akhirnya dengan berat hati saya coba buka casingnya. Periksa kabel power, periksa kabel saklar, bahkan periksa power semua normal. Oh iya , cara periksa powernya dengan jalan lepaskan dulu kedua konektor kabel dari power yang menuju ke mainboard lalu hubungkan kabel warna hijau yang ada di konektor yang besar itu ke kabel warna hitam di konektor itu juga. Hasilnya kipas power jalan, artinya powernya bagus. Tapi sebaliknya, ada kemungkinan justru mainboardnya yang rusak...😓

Pemeriksaan berlanjut ke bagian mainboardnya. Saya coba pasang kembali kedua konektor yang sudah saya lepaskan tadi, pasang kabel listriknya, tes, dan hasilnya tetap sama masih tetap bertahan tidak mau hidup. Kemudian saya coba lepaskan kabel konektor atx-nya, yaitu konektor yang isi 4 kabel, tapi tetap membiarkan kabel power 24 pin terpasang. Pasang colokan listrik power kembali, tekan saklar power, dan kali ini mainboardnya bisa hidup karena semua kipas akhirnya berputar kembali. Hore!!!! 😍

Dengan semangat saya pasang kembali monitornya, tapi aneh, kenapa di layar tidak ada gambarnya??.. hmm.. ternyata kabel atx harus terpasang juga.. tidak bisa kalau dibiarkan lepas begitu saja... 
Saya coba masukkan lagi konektor atx-nya dan hasilnya semua kipas langsung mati.
Hmm.. ini artinya ada apa-apanya yg tidak beres di bagian jalur atx-nya ini...
Saya coba lepaskan lagi konektor atx dan test pakai tang ampere. Saya pakai tang ampere waktu test ini karena avometer pesanan saya yg saya minta dibelikan sama istri, berhubung yg lama sudah rusak, ternyata dia salah beli 😁 saya pesannya avometer digital, yg dia belikan tang ampere digital.. hehehehe.. mantap 👍 

Saklar rotary tang ampere saya arahkan ke buzzer, kemudian coba saya masukkan ke konektor atx yang di mainboard. Ternyata buzzernya bunyi!. Wah ada hubung singkat ini, tapi entah di mana..

Untuk melokalisasi kerusakannya terpaksa saya cabut semua komponen penghubung tegangannya yg berupa lilitan karena kalau tidak mencabut semuanya akan sulit menentukan di mana letak korsletnya, soalnya semuanya berhubungan dari awal. 
Saya panaskan solder, setel hampir di suhu tertinggi biar cepat panas. Ada tiga buah lilitan yang harus dicabut, dan ternyata sangat sukar melepaskan ketiga lilitan itu. Entah karena lubang pcb untuk kaki lilitan yg terlalu pas atau solder yg panasnya tidak bisa terlalu melelehkan timah di pcb mainboard..

Setelah semua lilitan terlepas, maka mulailah pengukuran dilakukan. Hasilnya kedapatan ada satu transistor mosfet yg sudah korslet pas saya test kaki2nya, buzzernya bunyi terus. Beda sendiri dibanding mosfet lainnya yg nomer typenya sama. 
Saya test lagi semua komponen yg ada di sekitar situ, tapi semua normal2 saja kecuali mosfet itu saja sendiri. Ok, kayaknya ini harus diganti.

Saya coba browsing lihat2 harga itu mosfet.. Hmm.. mahal juga ternyata.. di jualan online harganya berkisar antara 30rb-an ke atas sampai di harga rb50-an.. 
Tidak sengaja teringat ada mainboard zaman dahulu kala, pentium 4 tapi sudah rusak di tumpukan.. 
Coba test mosfetnya, moga2 saja bisa dikanibal.. 😊

Saya nyalakan blower, setel panasnya di level hampir puncak dengan angin yg cukup kencang. Ini panas dan kekencangan angin favorit saya biar komponen2 cepat terbuka. Test sebentar transistornya setelah terlepas, syukurlah ternyata masih bagus.
Walaupun nomer typenya tidak sama, yang rusak itu P0903BDG sedangkan yang saya dapatkan ini N02R tapi saya tidak peduli 😌 tetap saya pasang saja... hehehe..

Waktunya mengetes.
Pasang kembali semua lilitan yg sudah saya cabut dengan susah payah tadi, juga segala elko2 yg sempat ikut saya buka untuk ditest masing-masing di luar pcb biar lebih akurat. Tapi pemasangannya belum permanen, hanya dipasang bergelantungan begitu saja dulu, disolder sedikit juga, takutnya masih belum bisa jalan.. terus harus buka lagi..
Setelah semuanya itu terpasang, ditest lagi pakai tang ampere 😁 buzzer di tang ampere sudah tidak berbunyi lagi, termasuk waktu mengetest konektor atx.. wow!
Akhirnya pasang konektor power kembali, pasang colokan listrik, lalu jumper saklar power mainboard saya hubungkan pakai tespen. Walhasil mainboard bisa jalan normal kembali.. hehehehe.. puas 😀

Alhamdulillah, PC-nya bisa lagi dipakai oleh user ..