Minggu, 12 November 2017

Redirect IP 192.168.1.1 modem FO Indihome

Tujuannya ini supaya bisa mengalihkan atau meredirect melalui mikrotik seandainya ada client warnet atau client wifi yang mencoba masuk ke web gui modem kita menggunakan IP default modem yaitu 192.168.1.1

Diawali dengan kita buat dulu web server di komputer billing kita untuk nanti di halamannya bisa kita tuliskan misalnya kalimat, "Selamat datang di Warnet ..." atau "Maaf modem untuk sementara tidak bisa diakses" atau apapun itu suka-suka 😉

Kita download nginx di sini, lalu ekstrak. Hasil ekstraknya kita copy dan masukkan di folder C. Coba aktifkan pertama kalinya dengan masuk di command prompt atau ketik lambang windows + R di keyboard. Di kotak run ketikkan cmd dan enter.
Ketik: cd.. enter,
sekali lagi ketik cd.. enter hingga kita masuk di C:\>
Ketik  cd nginx-1.13.6 enter
maka di jendela command prompt akan tertulis C:\nginx-1.13.6>
ketik start nginx enter
Maka nginx sudah mulai start. Adapun kalau kemudian ada permintaan konfirmasi, yes-kan saja.

Kalau mau membuatnya diaktifkan pas komputer billing dinyalakan maka kita buatkan dulu shortcut nginx.exe di dalam folder nginx-1.13.6 yang kita letakkan di C tadi. Sorot file nginx, klik kanan dan tekan tab create shortcut. Shortcut yg muncul kemudian kita cut saja dan pastekan di startup windows.

Kita coba test dengan jalan mengetikkan localhost/index.html di browser. Harusnya kalau nginx sudah terinstal dengan baik maka akan muncul halaman selamat datang dari nginx. Bisa juga dengan menggunakan komputer lain yang satu jaringan dengan mengetikan alamat ip komputer tempat kita menginstal nginx tadi misalnya, 192.168.2.200/index.html, maka halaman yg sama akan muncul.

Untuk bisa mengganti kata-katanya dengan kata-kata kita sendiri atau terserah apapun yg mau dituliskan di situ, letaknya di folder nginx-1.13.6, masuk lagi di folder html, lalu edit file index html dengan Notepad++. Bisa juga mendownload free html yg banyak di internet, diedit sedikit dan kemudian diletakkan di folder html, tapi namanya diganti dengan index.html  

Setelah itu kita ke winbox mikrotik. Masuk di IP-Firewall-NAT, buka NAT baru, Chain=dstnat, Dst Address=192.168.1.1, Protocol=tcp, Dst Port= 80, Action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.200, To Ports= 80

Kita test lagi dengan mengetikan di browser, 192.168.1.1 maka mikrotik langsung akan mengarahkan kita ke halaman nginx tadi 😀 mantap kan!!


Tapi kalau malas menggunakan nginx dan maunya diredirect ke sebuah situs saja, silakan ganti ip To Address yg di NAT mikrotik. Misalnya ke ip: 74.125.23.94 milik google, To Port-nya bisa dihilangkan saja, atau terserah ke situs mana saja. Ok? 😉

Nah sekarang jika saja ada client warnet atau client wifi mencoba masuk ke modem kita menggunakan ip public kita, misalnya ip public yang didapatkan dengan terlebih dahulu mencarinya di situs whatismyip.com maka pencegahannya hampir mirip di atas tapi kali ini kita harus berlangganan ddns dulu sebelumnya.

Sabtu, 11 November 2017

Membuat web server dan ftp server dari komputer billing warnet

Hari ini tidak ada rencana kegiatan apapun, jadi daripada bingung entah mau bikin apa dan berhubung entah kenapa juga tiba-tiba saja saya jadi ingat pernah mau coba-coba bikin web server dan ftp server, maka hari ini saya rasa pas untuk dilanjutkan kembali 😊

Rencana saya, gunanya selain memang untuk dijadikan web server, juga untuk tempat redirect atau dengan kata lain sebagai lokasi tempat diarahkannya alamat tujuan orang-orang yg mau coba-coba akses modem indihome, baik dari jaringan warnet maupun dari jaringan wifi.

Kenapa akses ke modem indihome itu akan saya arahan ke tempat lain, soalnya yang saya takutkan itu adalah orang-orang yg berencana masuk ke modem lalu mengaktifkan wifi modem yg selama ini saya disable untuk kemudian mereka akses dari luar warnet saya, berhubung posisi warnet di rumah yg sangat dekat dengan jalan raya. Untuk itu mereka bisa saja alasan membeli wifi atau masuk ke warnet beberapa menit dan memasukkan ip address modem default: 192.168.1.1, masuk ke web gui modem, mengaktifkan wifi modem, merubah password wifi, menyetel sinyal out wifi sampai maksimal, kemudian mereka keluar dan nongkrong di depan warnet sambil mengakses wifi modem gratis sampai puas 😡 bukan apanya, tapi kan indihome punya aturan FUP..  lagian siapa yg rela kalau masih tengah bulan tapi FUP sudah mencapai maksimal kan?.. hehehe...

Nah, untuk mendrop ip 192.168.1.1 dari mikrotik mudah saja, tapi lain halnya kalau mereka memasukkan ip public dynamic kita ke browser.., kan modem bisa terbuka juga pada akhirnya... mereka cukup mencari alamat ip publik kita lebih dulu, misalnya dengan "www.whatismyip.com". nah kemudian kalau ip public kita sudah muncul selanjutnya tinggal dicopy, dipaste di browser dan tadaaaaa..!! terbukalah web gui modem kita hehehe..  tinggal diutak-atik deh oleh si penyusup 😊

Seingat saya dulu waktu masih pakai speedy passwordnya bisa kita ganti, jadi tidak masalah dengan adanya kemungkinan penyusup ikut masuk di web gui modem, ikut bantu utak-atik yg bukan kerjannya.. Tapi sekarang dengan indihome, username dan password tidak bisa diganti lagi, malah ada juga username dan password defaultnya dan semua bisa dipakai.. aneh kan? 😁

Lanjut, jadi setelah googling sana sini cari aplikasi instalan web server yg bagus, akhirnya pilihan saya untuk dicoba adalah: nginx. Menurut yang saya baca2 dari beberapa artikel katanya ngix itu aplikasi web server yang ringan dan cukup kecil. Mampu menghandel banyak user pada waktu bersamaan dengan tetap menggunakan resource prosessor dan memori yg minim. Wah hebat ini! Kebetulan komputer billing saya, tempat rencana dipasangnya itu aplikasi, juga punya spek yang sangat pas-pasan 😀 cuma mengandalkan intel celeron 1Ghz dengan memori 2Gb, mantaplah!

Akhirnya aplikasi itu saya download, ambilnya dari sini, sengaja saya cari yang bisa untuk diinstal di windows karena komputer billing cyberindo itu, ya windows.... Ternyata aplikasinya memang kecil sekali, imut. Diinstalnya pun sangat cepat, kayak belum terjadi apa-apa sudah selesai.. hehehe..
Aplikasi itu setelah diinstal letaknya ada di partisi C, folder ada 6 buah dan sebuah file exe "nginx".
Untuk mengaktifkannya biar bisa kerja pas windows start maka saya buatlah dulu shortcut-nya dari file nginx itu, klik kanan create shortcut lalu shortcut yg sudah jadi saya cut dan di-paste di startup windows. Di komputer saya startup letaknya di C:\Users\ (nama komputer saya) \AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup. Jadi kalau setiap kali komputer dihidupkan maka aplikasi nginx-nya juga akan jalan.

Test setelah diinstal dan start bisa langsung dicoba di browser komputer bersangkutan, tinggal ketik localhost/index.html maka ucapan selamat datang nginx sudah langsung muncul. Index.html ini nantinya bisa kita ganti dengan mengambil website html yg banyak bertebaran di internet, misalnya di situs ini, ini, atau disini. Diedit sedikit, langsung bisa dipakai 😊

Karena berada di belakang mikrotik maka di mikrotik kita perlu adakan beberapa settingan kecil, seperti di antaranya: merubah akses www untuk mikrotik yg sebelumnya di port 80 menjadi port selain itu, dalam hal ini misalnya kita pakai port 1007. Settingan ini diatur di IP-Services. Port yang tadinya 80 kita ganti menjadi 1007. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan port antara port web server yg kita bikin dengan port untuk akses mikrotik dari browser, karena untuk mengakses web server itu menggunakan port 80 jadi mikrotik mau tidak mau harus mengalah 😉 setelah ini untuk mengakses mikrotik dari browser selanjutnya harus ditambahkan port 1007, misalnya: http://192.168.2.254:1007 atau http://192.168.2.254:1007/userman untuk mengakses user manager.
Hal lain yg perlu ditambahkan di mikrotik adalah membuat NAT baru untuk port 80 web server kita. Misalnya komputer tempat web server kita IP-nya 192.168.2.100 maka di mikrotik kita masuk ke IP-Firewall-NAT, lalu tambahkan: chain= dstnat, protocol= tcp, dst port= 80, In Interface= (wan ethernet kita), action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.100, To Port= 80.  

Settingan juga dilakukan di modem FO. Cukup masuk ke modem, biasanya menggunakan IP 192.168.1.1, user: admin, pass: admin. Masuk ke pengaturan Port Forwarding dan mengisi WAN Port=80~80, LAN Port=80~80, protocol=TCP, centang Enable Mapping dan klik "add".

Selesai semua ini maka perlu kita test.