Sabtu, 11 November 2017

Membuat web server dan ftp server dari komputer billing warnet

Hari ini tidak ada rencana kegiatan apapun, jadi daripada bingung entah mau bikin apa dan berhubung entah kenapa juga tiba-tiba saja saya jadi ingat pernah mau coba-coba bikin web server dan ftp server, maka hari ini saya rasa pas untuk dilanjutkan kembali 😊

Rencana saya, gunanya selain memang untuk dijadikan web server, juga untuk tempat redirect atau dengan kata lain sebagai lokasi tempat diarahkannya alamat tujuan orang-orang yg mau coba-coba akses modem indihome, baik dari jaringan warnet maupun dari jaringan wifi.

Kenapa akses ke modem indihome itu akan saya arahan ke tempat lain, soalnya yang saya takutkan itu adalah orang-orang yg berencana masuk ke modem lalu mengaktifkan wifi modem yg selama ini saya disable untuk kemudian mereka akses dari luar warnet saya, berhubung posisi warnet di rumah yg sangat dekat dengan jalan raya. Untuk itu mereka bisa saja alasan membeli wifi atau masuk ke warnet beberapa menit dan memasukkan ip address modem default: 192.168.1.1, masuk ke web gui modem, mengaktifkan wifi modem, merubah password wifi, menyetel sinyal out wifi sampai maksimal, kemudian mereka keluar dan nongkrong di depan warnet sambil mengakses wifi modem gratis sampai puas 😡 bukan apanya, tapi kan indihome punya aturan FUP..  lagian siapa yg rela kalau masih tengah bulan tapi FUP sudah mencapai maksimal kan?.. hehehe...

Nah, untuk mendrop ip 192.168.1.1 dari mikrotik mudah saja, tapi lain halnya kalau mereka memasukkan ip public dynamic kita ke browser.., kan modem bisa terbuka juga pada akhirnya... mereka cukup mencari alamat ip publik kita lebih dulu, misalnya dengan "www.whatismyip.com". nah kemudian kalau ip public kita sudah muncul selanjutnya tinggal dicopy, dipaste di browser dan tadaaaaa..!! terbukalah web gui modem kita hehehe..  tinggal diutak-atik deh oleh si penyusup 😊

Seingat saya dulu waktu masih pakai speedy passwordnya bisa kita ganti, jadi tidak masalah dengan adanya kemungkinan penyusup ikut masuk di web gui modem, ikut bantu utak-atik yg bukan kerjannya.. Tapi sekarang dengan indihome, username dan password tidak bisa diganti lagi, malah ada juga username dan password defaultnya dan semua bisa dipakai.. aneh kan? 😁

Lanjut, jadi setelah googling sana sini cari aplikasi instalan web server yg bagus, akhirnya pilihan saya untuk dicoba adalah: nginx. Menurut yang saya baca2 dari beberapa artikel katanya ngix itu aplikasi web server yang ringan dan cukup kecil. Mampu menghandel banyak user pada waktu bersamaan dengan tetap menggunakan resource prosessor dan memori yg minim. Wah hebat ini! Kebetulan komputer billing saya, tempat rencana dipasangnya itu aplikasi, juga punya spek yang sangat pas-pasan 😀 cuma mengandalkan intel celeron 1Ghz dengan memori 2Gb, mantaplah!

Akhirnya aplikasi itu saya download, ambilnya dari sini, sengaja saya cari yang bisa untuk diinstal di windows karena komputer billing cyberindo itu, ya windows.... Ternyata aplikasinya memang kecil sekali, imut. Diinstalnya pun sangat cepat, kayak belum terjadi apa-apa sudah selesai.. hehehe..
Aplikasi itu setelah diinstal letaknya ada di partisi C, folder ada 6 buah dan sebuah file exe "nginx".
Untuk mengaktifkannya biar bisa kerja pas windows start maka saya buatlah dulu shortcut-nya dari file nginx itu, klik kanan create shortcut lalu shortcut yg sudah jadi saya cut dan di-paste di startup windows. Di komputer saya startup letaknya di C:\Users\ (nama komputer saya) \AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup. Jadi kalau setiap kali komputer dihidupkan maka aplikasi nginx-nya juga akan jalan.

Test setelah diinstal dan start bisa langsung dicoba di browser komputer bersangkutan, tinggal ketik localhost/index.html maka ucapan selamat datang nginx sudah langsung muncul. Index.html ini nantinya bisa kita ganti dengan mengambil website html yg banyak bertebaran di internet, misalnya di situs ini, ini, atau disini. Diedit sedikit, langsung bisa dipakai 😊

Karena berada di belakang mikrotik maka di mikrotik kita perlu adakan beberapa settingan kecil, seperti di antaranya: merubah akses www untuk mikrotik yg sebelumnya di port 80 menjadi port selain itu, dalam hal ini misalnya kita pakai port 1007. Settingan ini diatur di IP-Services. Port yang tadinya 80 kita ganti menjadi 1007. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan port antara port web server yg kita bikin dengan port untuk akses mikrotik dari browser, karena untuk mengakses web server itu menggunakan port 80 jadi mikrotik mau tidak mau harus mengalah 😉 setelah ini untuk mengakses mikrotik dari browser selanjutnya harus ditambahkan port 1007, misalnya: http://192.168.2.254:1007 atau http://192.168.2.254:1007/userman untuk mengakses user manager.
Hal lain yg perlu ditambahkan di mikrotik adalah membuat NAT baru untuk port 80 web server kita. Misalnya komputer tempat web server kita IP-nya 192.168.2.100 maka di mikrotik kita masuk ke IP-Firewall-NAT, lalu tambahkan: chain= dstnat, protocol= tcp, dst port= 80, In Interface= (wan ethernet kita), action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.100, To Port= 80.  

Settingan juga dilakukan di modem FO. Cukup masuk ke modem, biasanya menggunakan IP 192.168.1.1, user: admin, pass: admin. Masuk ke pengaturan Port Forwarding dan mengisi WAN Port=80~80, LAN Port=80~80, protocol=TCP, centang Enable Mapping dan klik "add".

Selesai semua ini maka perlu kita test.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar