Sering ada teman-teman yang panggil untuk service atau sekedar instal pc-nya di warnet mereka. Kalau begitu maka segala perlengkapan biasanya selalu sudah saya siapkan sebelumnya, seperti tang krimping, beberapa flashdisk untuk instalan, obeng2 dan tang. Perlengkapan2 itu saja sebenarnya sudah cukup untuk menjadi seorang teknisi warnet 😉 hehehe.. kecuali kalau mereka juga mau sekalian diinstalkan listrik atau ada servisan ringan maka perlengkapan akan bisa lebih banyak yg ikut serta.
Nah yg jadi persoalan biasanya buat saya adalah saya lupa mengcopy satu dua file yg saya perlukan sebagai kelengkapan instalannya. Atau malah kadang flashdisknya tertinggal di rumah padahal saya sudah sampai di rumah teman yg order sedangkan rumahnya sejauh lintas kabupaten, bukan main!
Tapi itu cerita dulu, sebelum akhirnya saya menginstal web server dan ftp server di komputer billing warnet di tempat saya. Kalau kemudian ada yg terlupa atau malah saya tidak bawa flashdisk sama sekali, tinggal masuk saja di ddns saya, pastinya akan langsung bisa terhubung di komputer billing warnet di rumah, di mana semua file instalan warnet sudah lengkap tersedia. Driverpack online yang juga dulu selalu saya manfaatkan, entah kenapa sekarang sudah tidak bisa lagi. Apakah sudah diblokir oleh vendornya atau bagaimana, tidak jelas. Bisanya sekarang ini cuma untuk yang downloadnya saja di situsnya padahal downloadnya itu bisa bergiga-giga, masak cuma mau beberapa driver saja sampai harus download bergiga-giga kan??.. Tapi dengan ftp server, driverpack online akhirnya kembali bisa saya terapkan, walaupun itu bukan lagi dari situsnya langsung tapi dari komputer billing warnet saya 😊 hehehe..
Catatanku, supaya tidak terlupa...
Jumat, 02 Februari 2018
Kamis, 01 Februari 2018
PS-2
Siang tadi waktu lagi jaga warung coba2 utak-atik PS2 zaman dulu yg sudah tidak pernah lagi dipakai. Saya bongkar sampai dalam-dalamnya, bersihkan pakai kuas dan thinner, panaskan kembali solderan kaki2 komponennya yg sudah banyak memudar, bersihkan debu2nya, sampai semua kelihatan cling kembali 😀
Setelah dipasang saya coba test di televisi. hmm.. ternyata masih bisa jalan normal dalam artian layar masih terbuka dan berhenti di menu browser.. tapi sayangnya saya tidak punya lagi cd-nya walaupun sebiji.. akhirnya saya coba browsing cari cara bagaimana supaya konsol PS2 itu bisa jalan kembali seperti dulu waktu pertama kali saya minta dipasangkan harddisk di sebuah toko.
Dulu memang pernah saya pasangkan harddisk biar tidak usah lagi setiap mau permainan game lain pakai acara gonta ganti cd. Tapi seiring waktu akhirnya PS2 itu rusak, alias tidak bisa dipakai main game lagi. Yang tersisa cuma harddisk dan network adapternya saja selain konsol ps2-nya sendiri. nasibnya sendiri akhirnya teronggok menyendiri bertahun-tahun di sudut dalam di lemari televisi ..
Dari hasil browsing, saya dapatkan petunjuk bagus dari sini. saya lalu ikuti petunjuk2nya, setelah baca dan menyimak dengan seksama tulisan2nya saya coba mau praktekkan tutorialnya 😌
Jadi langkah2 intinya adalah pertama kali hardisknya itu harus diformat dulu pakai winhiip, lalu kemudian diinstalkan semacam OS alias Operating System supaya konsol PS2-nya waktu dihidupkan bisa terbuka dan juga sekalian menjadi wadah tempat mengatur game2 nantinya, softwarenya pakai ini. Setelah harddisknya diinstalkan OS kemudian diisilah game2, isi game2nya pakai software ini. Sumber gamenya sendiri bisa diambil dari cd game juga bisa didownload dari internet, bisa di sini, di sini, atau cari saja di manapun, tanya pak google.
Karena harddisk ku dulu itu juga bekas harddisk game maka file game di dalamnya masih banyak, jadi semuanya sebelumnya saya copy dulu ke harddisk lain sebelum nantinya setelah harddisk game itu selesai diproses maka dikembalikan lagi.
Singkat cerita setelah semua selesai dilakukan bisa main game lagi 😁 cihhuy!
Setelah dipasang saya coba test di televisi. hmm.. ternyata masih bisa jalan normal dalam artian layar masih terbuka dan berhenti di menu browser.. tapi sayangnya saya tidak punya lagi cd-nya walaupun sebiji.. akhirnya saya coba browsing cari cara bagaimana supaya konsol PS2 itu bisa jalan kembali seperti dulu waktu pertama kali saya minta dipasangkan harddisk di sebuah toko.
Dulu memang pernah saya pasangkan harddisk biar tidak usah lagi setiap mau permainan game lain pakai acara gonta ganti cd. Tapi seiring waktu akhirnya PS2 itu rusak, alias tidak bisa dipakai main game lagi. Yang tersisa cuma harddisk dan network adapternya saja selain konsol ps2-nya sendiri. nasibnya sendiri akhirnya teronggok menyendiri bertahun-tahun di sudut dalam di lemari televisi ..
Dari hasil browsing, saya dapatkan petunjuk bagus dari sini. saya lalu ikuti petunjuk2nya, setelah baca dan menyimak dengan seksama tulisan2nya saya coba mau praktekkan tutorialnya 😌
Jadi langkah2 intinya adalah pertama kali hardisknya itu harus diformat dulu pakai winhiip, lalu kemudian diinstalkan semacam OS alias Operating System supaya konsol PS2-nya waktu dihidupkan bisa terbuka dan juga sekalian menjadi wadah tempat mengatur game2 nantinya, softwarenya pakai ini. Setelah harddisknya diinstalkan OS kemudian diisilah game2, isi game2nya pakai software ini. Sumber gamenya sendiri bisa diambil dari cd game juga bisa didownload dari internet, bisa di sini, di sini, atau cari saja di manapun, tanya pak google.
Karena harddisk ku dulu itu juga bekas harddisk game maka file game di dalamnya masih banyak, jadi semuanya sebelumnya saya copy dulu ke harddisk lain sebelum nantinya setelah harddisk game itu selesai diproses maka dikembalikan lagi.
Singkat cerita setelah semua selesai dilakukan bisa main game lagi 😁 cihhuy!
Sabtu, 27 Januari 2018
PC di warnet rusak...
Kemarin, salah satu pc di warnet ada yang rusak.. entah siapa yang terakhir pakai di situ.. huh!! 😡 yang jelasnya kerusakannya itu mati total, biarpun tombol powernya ditekan sekuat tenaga, dia tetap berkeras tidak mau hidup.. kipas powernya hanya sempat bergerak sedikit pas tombol power ditekan tapi tidak lama hanya sepersekian detik dan mati lagi. biar diancam-ancam juga dia tetap tidak mau bergeming..
Akhirnya dengan berat hati saya coba buka casingnya. Periksa kabel power, periksa kabel saklar, bahkan periksa power semua normal. Oh iya , cara periksa powernya dengan jalan lepaskan dulu kedua konektor kabel dari power yang menuju ke mainboard lalu hubungkan kabel warna hijau yang ada di konektor yang besar itu ke kabel warna hitam di konektor itu juga. Hasilnya kipas power jalan, artinya powernya bagus. Tapi sebaliknya, ada kemungkinan justru mainboardnya yang rusak...😓
Pemeriksaan berlanjut ke bagian mainboardnya. Saya coba pasang kembali kedua konektor yang sudah saya lepaskan tadi, pasang kabel listriknya, tes, dan hasilnya tetap sama masih tetap bertahan tidak mau hidup. Kemudian saya coba lepaskan kabel konektor atx-nya, yaitu konektor yang isi 4 kabel, tapi tetap membiarkan kabel power 24 pin terpasang. Pasang colokan listrik power kembali, tekan saklar power, dan kali ini mainboardnya bisa hidup karena semua kipas akhirnya berputar kembali. Hore!!!! 😍
Dengan semangat saya pasang kembali monitornya, tapi aneh, kenapa di layar tidak ada gambarnya??.. hmm.. ternyata kabel atx harus terpasang juga.. tidak bisa kalau dibiarkan lepas begitu saja...
Saya coba masukkan lagi konektor atx-nya dan hasilnya semua kipas langsung mati.
Hmm.. ini artinya ada apa-apanya yg tidak beres di bagian jalur atx-nya ini...
Saya coba lepaskan lagi konektor atx dan test pakai tang ampere. Saya pakai tang ampere waktu test ini karena avometer pesanan saya yg saya minta dibelikan sama istri, berhubung yg lama sudah rusak, ternyata dia salah beli 😁 saya pesannya avometer digital, yg dia belikan tang ampere digital.. hehehehe.. mantap 👍
Saklar rotary tang ampere saya arahkan ke buzzer, kemudian coba saya masukkan ke konektor atx yang di mainboard. Ternyata buzzernya bunyi!. Wah ada hubung singkat ini, tapi entah di mana..
Untuk melokalisasi kerusakannya terpaksa saya cabut semua komponen penghubung tegangannya yg berupa lilitan karena kalau tidak mencabut semuanya akan sulit menentukan di mana letak korsletnya, soalnya semuanya berhubungan dari awal.
Saya panaskan solder, setel hampir di suhu tertinggi biar cepat panas. Ada tiga buah lilitan yang harus dicabut, dan ternyata sangat sukar melepaskan ketiga lilitan itu. Entah karena lubang pcb untuk kaki lilitan yg terlalu pas atau solder yg panasnya tidak bisa terlalu melelehkan timah di pcb mainboard..
Setelah semua lilitan terlepas, maka mulailah pengukuran dilakukan. Hasilnya kedapatan ada satu transistor mosfet yg sudah korslet pas saya test kaki2nya, buzzernya bunyi terus. Beda sendiri dibanding mosfet lainnya yg nomer typenya sama.
Saya test lagi semua komponen yg ada di sekitar situ, tapi semua normal2 saja kecuali mosfet itu saja sendiri. Ok, kayaknya ini harus diganti.
Saya coba browsing lihat2 harga itu mosfet.. Hmm.. mahal juga ternyata.. di jualan online harganya berkisar antara 30rb-an ke atas sampai di harga rb50-an..
Tidak sengaja teringat ada mainboard zaman dahulu kala, pentium 4 tapi sudah rusak di tumpukan..
Coba test mosfetnya, moga2 saja bisa dikanibal.. 😊
Saya nyalakan blower, setel panasnya di level hampir puncak dengan angin yg cukup kencang. Ini panas dan kekencangan angin favorit saya biar komponen2 cepat terbuka. Test sebentar transistornya setelah terlepas, syukurlah ternyata masih bagus.
Walaupun nomer typenya tidak sama, yang rusak itu P0903BDG sedangkan yang saya dapatkan ini N02R tapi saya tidak peduli 😌 tetap saya pasang saja... hehehe..
Waktunya mengetes.
Pasang kembali semua lilitan yg sudah saya cabut dengan susah payah tadi, juga segala elko2 yg sempat ikut saya buka untuk ditest masing-masing di luar pcb biar lebih akurat. Tapi pemasangannya belum permanen, hanya dipasang bergelantungan begitu saja dulu, disolder sedikit juga, takutnya masih belum bisa jalan.. terus harus buka lagi..
Setelah semuanya itu terpasang, ditest lagi pakai tang ampere 😁 buzzer di tang ampere sudah tidak berbunyi lagi, termasuk waktu mengetest konektor atx.. wow!
Akhirnya pasang konektor power kembali, pasang colokan listrik, lalu jumper saklar power mainboard saya hubungkan pakai tespen. Walhasil mainboard bisa jalan normal kembali.. hehehehe.. puas 😀
Alhamdulillah, PC-nya bisa lagi dipakai oleh user ..
Senin, 04 Desember 2017
Dial PPPoE Indihome di Mikrotik
Tidak tahu mau bikin apa sore2 begini..
Entah kenapa tiba2 terpikir mau utak-atik mikrotik. Tidak apa2 kan yang penting sebelumnya sudah dibackup dulu. Tapi pas winboxnya sudah terbuka, entah mau bikin apa..
Beberapa hari yang lalu memang saya sempat buatkan config baru, saya tambahkan action jump di firewallnya supaya memudahkan mengatur letak-letak urutan konfigurasi. Setelah jadi memang terasa browsing jadi lebih lancar, juga download dan streaming semua masuk ke konfigurasi masing-masing.
Hmm..tiba-tiba terlintas di pikiran mau bikin settingan pppoe saja deh, siapa tahu bisa lebih lancar internetnya kan hehehe..
Jadi ingat waktu dulu masih pakai speedy. Mikrotik saya setting pakai pppoe dan modem cuma jadi bridge saja. Dengan dibuat pppoe begitu internet jadi lebih responsif, lebih cepat konek, lebih stabil juga, karena tidak panas. Seingat saya dulu itu modem sebelum pakai mikrotik sebagai pppoe selalu saja panas dan karena panas maka internet jadi bukan main lemooott. Jalan keluarnya cuma satu, cuma dengan cara direstart. User warnet kasihan kalau sudah begitu, apalagi restartnya juga lama...
Mulailah saya buka winbox mikrotik, langsung mengklik PPP di menu sebelah kiri winbox. Pas sudah terbuka, klik tanda + lalu pilih PPPoE Client di menu yg muncul. Isikan nama di kotak isian "name" pada tab General, saya isinya di situ "Indihome" lalu pilih interface yg terhubung ke jalur modem pada tab pilihan Interfaces yg ada di sisi bawah. Tab Dial Out
Entah kenapa tiba2 terpikir mau utak-atik mikrotik. Tidak apa2 kan yang penting sebelumnya sudah dibackup dulu. Tapi pas winboxnya sudah terbuka, entah mau bikin apa..
Beberapa hari yang lalu memang saya sempat buatkan config baru, saya tambahkan action jump di firewallnya supaya memudahkan mengatur letak-letak urutan konfigurasi. Setelah jadi memang terasa browsing jadi lebih lancar, juga download dan streaming semua masuk ke konfigurasi masing-masing.
Hmm..tiba-tiba terlintas di pikiran mau bikin settingan pppoe saja deh, siapa tahu bisa lebih lancar internetnya kan hehehe..
Jadi ingat waktu dulu masih pakai speedy. Mikrotik saya setting pakai pppoe dan modem cuma jadi bridge saja. Dengan dibuat pppoe begitu internet jadi lebih responsif, lebih cepat konek, lebih stabil juga, karena tidak panas. Seingat saya dulu itu modem sebelum pakai mikrotik sebagai pppoe selalu saja panas dan karena panas maka internet jadi bukan main lemooott. Jalan keluarnya cuma satu, cuma dengan cara direstart. User warnet kasihan kalau sudah begitu, apalagi restartnya juga lama...
Mulailah saya buka winbox mikrotik, langsung mengklik PPP di menu sebelah kiri winbox. Pas sudah terbuka, klik tanda + lalu pilih PPPoE Client di menu yg muncul. Isikan nama di kotak isian "name" pada tab General, saya isinya di situ "Indihome" lalu pilih interface yg terhubung ke jalur modem pada tab pilihan Interfaces yg ada di sisi bawah. Tab Dial Out
Minggu, 12 November 2017
Redirect IP 192.168.1.1 modem FO Indihome
Tujuannya ini supaya bisa mengalihkan atau meredirect melalui mikrotik seandainya ada client warnet atau client wifi yang mencoba masuk ke web gui modem kita menggunakan IP default modem yaitu 192.168.1.1
Diawali dengan kita buat dulu web server di komputer billing kita untuk nanti di halamannya bisa kita tuliskan misalnya kalimat, "Selamat datang di Warnet ..." atau "Maaf modem untuk sementara tidak bisa diakses" atau apapun itu suka-suka 😉
Kita download nginx di sini, lalu ekstrak. Hasil ekstraknya kita copy dan masukkan di folder C. Coba aktifkan pertama kalinya dengan masuk di command prompt atau ketik lambang windows + R di keyboard. Di kotak run ketikkan cmd dan enter.
Ketik: cd.. enter,
sekali lagi ketik cd.. enter hingga kita masuk di C:\>
Ketik cd nginx-1.13.6 enter
maka di jendela command prompt akan tertulis C:\nginx-1.13.6>
ketik start nginx enter
Maka nginx sudah mulai start. Adapun kalau kemudian ada permintaan konfirmasi, yes-kan saja.
Kalau mau membuatnya diaktifkan pas komputer billing dinyalakan maka kita buatkan dulu shortcut nginx.exe di dalam folder nginx-1.13.6 yang kita letakkan di C tadi. Sorot file nginx, klik kanan dan tekan tab create shortcut. Shortcut yg muncul kemudian kita cut saja dan pastekan di startup windows.
Kita coba test dengan jalan mengetikkan localhost/index.html di browser. Harusnya kalau nginx sudah terinstal dengan baik maka akan muncul halaman selamat datang dari nginx. Bisa juga dengan menggunakan komputer lain yang satu jaringan dengan mengetikan alamat ip komputer tempat kita menginstal nginx tadi misalnya, 192.168.2.200/index.html, maka halaman yg sama akan muncul.
Untuk bisa mengganti kata-katanya dengan kata-kata kita sendiri atau terserah apapun yg mau dituliskan di situ, letaknya di folder nginx-1.13.6, masuk lagi di folder html, lalu edit file index html dengan Notepad++. Bisa juga mendownload free html yg banyak di internet, diedit sedikit dan kemudian diletakkan di folder html, tapi namanya diganti dengan index.html
Setelah itu kita ke winbox mikrotik. Masuk di IP-Firewall-NAT, buka NAT baru, Chain=dstnat, Dst Address=192.168.1.1, Protocol=tcp, Dst Port= 80, Action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.200, To Ports= 80
Kita test lagi dengan mengetikan di browser, 192.168.1.1 maka mikrotik langsung akan mengarahkan kita ke halaman nginx tadi 😀 mantap kan!!
Tapi kalau malas menggunakan nginx dan maunya diredirect ke sebuah situs saja, silakan ganti ip To Address yg di NAT mikrotik. Misalnya ke ip: 74.125.23.94 milik google, To Port-nya bisa dihilangkan saja, atau terserah ke situs mana saja. Ok? 😉
Nah sekarang jika saja ada client warnet atau client wifi mencoba masuk ke modem kita menggunakan ip public kita, misalnya ip public yang didapatkan dengan terlebih dahulu mencarinya di situs whatismyip.com maka pencegahannya hampir mirip di atas tapi kali ini kita harus berlangganan ddns dulu sebelumnya.
Diawali dengan kita buat dulu web server di komputer billing kita untuk nanti di halamannya bisa kita tuliskan misalnya kalimat, "Selamat datang di Warnet ..." atau "Maaf modem untuk sementara tidak bisa diakses" atau apapun itu suka-suka 😉
Kita download nginx di sini, lalu ekstrak. Hasil ekstraknya kita copy dan masukkan di folder C. Coba aktifkan pertama kalinya dengan masuk di command prompt atau ketik lambang windows + R di keyboard. Di kotak run ketikkan cmd dan enter.
Ketik: cd.. enter,
sekali lagi ketik cd.. enter hingga kita masuk di C:\>
Ketik cd nginx-1.13.6 enter
maka di jendela command prompt akan tertulis C:\nginx-1.13.6>
ketik start nginx enter
Maka nginx sudah mulai start. Adapun kalau kemudian ada permintaan konfirmasi, yes-kan saja.
Kalau mau membuatnya diaktifkan pas komputer billing dinyalakan maka kita buatkan dulu shortcut nginx.exe di dalam folder nginx-1.13.6 yang kita letakkan di C tadi. Sorot file nginx, klik kanan dan tekan tab create shortcut. Shortcut yg muncul kemudian kita cut saja dan pastekan di startup windows.
Kita coba test dengan jalan mengetikkan localhost/index.html di browser. Harusnya kalau nginx sudah terinstal dengan baik maka akan muncul halaman selamat datang dari nginx. Bisa juga dengan menggunakan komputer lain yang satu jaringan dengan mengetikan alamat ip komputer tempat kita menginstal nginx tadi misalnya, 192.168.2.200/index.html, maka halaman yg sama akan muncul.
Untuk bisa mengganti kata-katanya dengan kata-kata kita sendiri atau terserah apapun yg mau dituliskan di situ, letaknya di folder nginx-1.13.6, masuk lagi di folder html, lalu edit file index html dengan Notepad++. Bisa juga mendownload free html yg banyak di internet, diedit sedikit dan kemudian diletakkan di folder html, tapi namanya diganti dengan index.html
Setelah itu kita ke winbox mikrotik. Masuk di IP-Firewall-NAT, buka NAT baru, Chain=dstnat, Dst Address=192.168.1.1, Protocol=tcp, Dst Port= 80, Action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.200, To Ports= 80
Kita test lagi dengan mengetikan di browser, 192.168.1.1 maka mikrotik langsung akan mengarahkan kita ke halaman nginx tadi 😀 mantap kan!!
Tapi kalau malas menggunakan nginx dan maunya diredirect ke sebuah situs saja, silakan ganti ip To Address yg di NAT mikrotik. Misalnya ke ip: 74.125.23.94 milik google, To Port-nya bisa dihilangkan saja, atau terserah ke situs mana saja. Ok? 😉
Nah sekarang jika saja ada client warnet atau client wifi mencoba masuk ke modem kita menggunakan ip public kita, misalnya ip public yang didapatkan dengan terlebih dahulu mencarinya di situs whatismyip.com maka pencegahannya hampir mirip di atas tapi kali ini kita harus berlangganan ddns dulu sebelumnya.
Sabtu, 11 November 2017
Membuat web server dan ftp server dari komputer billing warnet
Hari ini tidak ada rencana kegiatan apapun, jadi daripada bingung entah mau bikin apa dan berhubung entah kenapa juga tiba-tiba saja saya jadi ingat pernah mau coba-coba bikin web server dan ftp server, maka hari ini saya rasa pas untuk dilanjutkan kembali 😊
Rencana saya, gunanya selain memang untuk dijadikan web server, juga untuk tempat redirect atau dengan kata lain sebagai lokasi tempat diarahkannya alamat tujuan orang-orang yg mau coba-coba akses modem indihome, baik dari jaringan warnet maupun dari jaringan wifi.
Kenapa akses ke modem indihome itu akan saya arahan ke tempat lain, soalnya yang saya takutkan itu adalah orang-orang yg berencana masuk ke modem lalu mengaktifkan wifi modem yg selama ini saya disable untuk kemudian mereka akses dari luar warnet saya, berhubung posisi warnet di rumah yg sangat dekat dengan jalan raya. Untuk itu mereka bisa saja alasan membeli wifi atau masuk ke warnet beberapa menit dan memasukkan ip address modem default: 192.168.1.1, masuk ke web gui modem, mengaktifkan wifi modem, merubah password wifi, menyetel sinyal out wifi sampai maksimal, kemudian mereka keluar dan nongkrong di depan warnet sambil mengakses wifi modem gratis sampai puas 😡 bukan apanya, tapi kan indihome punya aturan FUP.. lagian siapa yg rela kalau masih tengah bulan tapi FUP sudah mencapai maksimal kan?.. hehehe...
Nah, untuk mendrop ip 192.168.1.1 dari mikrotik mudah saja, tapi lain halnya kalau mereka memasukkan ip public dynamic kita ke browser.., kan modem bisa terbuka juga pada akhirnya... mereka cukup mencari alamat ip publik kita lebih dulu, misalnya dengan "www.whatismyip.com". nah kemudian kalau ip public kita sudah muncul selanjutnya tinggal dicopy, dipaste di browser dan tadaaaaa..!! terbukalah web gui modem kita hehehe.. tinggal diutak-atik deh oleh si penyusup 😊
Seingat saya dulu waktu masih pakai speedy passwordnya bisa kita ganti, jadi tidak masalah dengan adanya kemungkinan penyusup ikut masuk di web gui modem, ikut bantu utak-atik yg bukan kerjannya.. Tapi sekarang dengan indihome, username dan password tidak bisa diganti lagi, malah ada juga username dan password defaultnya dan semua bisa dipakai.. aneh kan? 😁
Lanjut, jadi setelah googling sana sini cari aplikasi instalan web server yg bagus, akhirnya pilihan saya untuk dicoba adalah: nginx. Menurut yang saya baca2 dari beberapa artikel katanya ngix itu aplikasi web server yang ringan dan cukup kecil. Mampu menghandel banyak user pada waktu bersamaan dengan tetap menggunakan resource prosessor dan memori yg minim. Wah hebat ini! Kebetulan komputer billing saya, tempat rencana dipasangnya itu aplikasi, juga punya spek yang sangat pas-pasan 😀 cuma mengandalkan intel celeron 1Ghz dengan memori 2Gb, mantaplah!
Akhirnya aplikasi itu saya download, ambilnya dari sini, sengaja saya cari yang bisa untuk diinstal di windows karena komputer billing cyberindo itu, ya windows.... Ternyata aplikasinya memang kecil sekali, imut. Diinstalnya pun sangat cepat, kayak belum terjadi apa-apa sudah selesai.. hehehe..
Aplikasi itu setelah diinstal letaknya ada di partisi C, folder ada 6 buah dan sebuah file exe "nginx".
Untuk mengaktifkannya biar bisa kerja pas windows start maka saya buatlah dulu shortcut-nya dari file nginx itu, klik kanan create shortcut lalu shortcut yg sudah jadi saya cut dan di-paste di startup windows. Di komputer saya startup letaknya di C:\Users\ (nama komputer saya) \AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup. Jadi kalau setiap kali komputer dihidupkan maka aplikasi nginx-nya juga akan jalan.
Test setelah diinstal dan start bisa langsung dicoba di browser komputer bersangkutan, tinggal ketik localhost/index.html maka ucapan selamat datang nginx sudah langsung muncul. Index.html ini nantinya bisa kita ganti dengan mengambil website html yg banyak bertebaran di internet, misalnya di situs ini, ini, atau disini. Diedit sedikit, langsung bisa dipakai 😊
Karena berada di belakang mikrotik maka di mikrotik kita perlu adakan beberapa settingan kecil, seperti di antaranya: merubah akses www untuk mikrotik yg sebelumnya di port 80 menjadi port selain itu, dalam hal ini misalnya kita pakai port 1007. Settingan ini diatur di IP-Services. Port yang tadinya 80 kita ganti menjadi 1007. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan port antara port web server yg kita bikin dengan port untuk akses mikrotik dari browser, karena untuk mengakses web server itu menggunakan port 80 jadi mikrotik mau tidak mau harus mengalah 😉 setelah ini untuk mengakses mikrotik dari browser selanjutnya harus ditambahkan port 1007, misalnya: http://192.168.2.254:1007 atau http://192.168.2.254:1007/userman untuk mengakses user manager.
Hal lain yg perlu ditambahkan di mikrotik adalah membuat NAT baru untuk port 80 web server kita. Misalnya komputer tempat web server kita IP-nya 192.168.2.100 maka di mikrotik kita masuk ke IP-Firewall-NAT, lalu tambahkan: chain= dstnat, protocol= tcp, dst port= 80, In Interface= (wan ethernet kita), action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.100, To Port= 80.
Settingan juga dilakukan di modem FO. Cukup masuk ke modem, biasanya menggunakan IP 192.168.1.1, user: admin, pass: admin. Masuk ke pengaturan Port Forwarding dan mengisi WAN Port=80~80, LAN Port=80~80, protocol=TCP, centang Enable Mapping dan klik "add".
Selesai semua ini maka perlu kita test.
Rencana saya, gunanya selain memang untuk dijadikan web server, juga untuk tempat redirect atau dengan kata lain sebagai lokasi tempat diarahkannya alamat tujuan orang-orang yg mau coba-coba akses modem indihome, baik dari jaringan warnet maupun dari jaringan wifi.
Kenapa akses ke modem indihome itu akan saya arahan ke tempat lain, soalnya yang saya takutkan itu adalah orang-orang yg berencana masuk ke modem lalu mengaktifkan wifi modem yg selama ini saya disable untuk kemudian mereka akses dari luar warnet saya, berhubung posisi warnet di rumah yg sangat dekat dengan jalan raya. Untuk itu mereka bisa saja alasan membeli wifi atau masuk ke warnet beberapa menit dan memasukkan ip address modem default: 192.168.1.1, masuk ke web gui modem, mengaktifkan wifi modem, merubah password wifi, menyetel sinyal out wifi sampai maksimal, kemudian mereka keluar dan nongkrong di depan warnet sambil mengakses wifi modem gratis sampai puas 😡 bukan apanya, tapi kan indihome punya aturan FUP.. lagian siapa yg rela kalau masih tengah bulan tapi FUP sudah mencapai maksimal kan?.. hehehe...
Nah, untuk mendrop ip 192.168.1.1 dari mikrotik mudah saja, tapi lain halnya kalau mereka memasukkan ip public dynamic kita ke browser.., kan modem bisa terbuka juga pada akhirnya... mereka cukup mencari alamat ip publik kita lebih dulu, misalnya dengan "www.whatismyip.com". nah kemudian kalau ip public kita sudah muncul selanjutnya tinggal dicopy, dipaste di browser dan tadaaaaa..!! terbukalah web gui modem kita hehehe.. tinggal diutak-atik deh oleh si penyusup 😊
Seingat saya dulu waktu masih pakai speedy passwordnya bisa kita ganti, jadi tidak masalah dengan adanya kemungkinan penyusup ikut masuk di web gui modem, ikut bantu utak-atik yg bukan kerjannya.. Tapi sekarang dengan indihome, username dan password tidak bisa diganti lagi, malah ada juga username dan password defaultnya dan semua bisa dipakai.. aneh kan? 😁
Lanjut, jadi setelah googling sana sini cari aplikasi instalan web server yg bagus, akhirnya pilihan saya untuk dicoba adalah: nginx. Menurut yang saya baca2 dari beberapa artikel katanya ngix itu aplikasi web server yang ringan dan cukup kecil. Mampu menghandel banyak user pada waktu bersamaan dengan tetap menggunakan resource prosessor dan memori yg minim. Wah hebat ini! Kebetulan komputer billing saya, tempat rencana dipasangnya itu aplikasi, juga punya spek yang sangat pas-pasan 😀 cuma mengandalkan intel celeron 1Ghz dengan memori 2Gb, mantaplah!
Akhirnya aplikasi itu saya download, ambilnya dari sini, sengaja saya cari yang bisa untuk diinstal di windows karena komputer billing cyberindo itu, ya windows.... Ternyata aplikasinya memang kecil sekali, imut. Diinstalnya pun sangat cepat, kayak belum terjadi apa-apa sudah selesai.. hehehe..
Aplikasi itu setelah diinstal letaknya ada di partisi C, folder ada 6 buah dan sebuah file exe "nginx".
Untuk mengaktifkannya biar bisa kerja pas windows start maka saya buatlah dulu shortcut-nya dari file nginx itu, klik kanan create shortcut lalu shortcut yg sudah jadi saya cut dan di-paste di startup windows. Di komputer saya startup letaknya di C:\Users\ (nama komputer saya) \AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup. Jadi kalau setiap kali komputer dihidupkan maka aplikasi nginx-nya juga akan jalan.
Test setelah diinstal dan start bisa langsung dicoba di browser komputer bersangkutan, tinggal ketik localhost/index.html maka ucapan selamat datang nginx sudah langsung muncul. Index.html ini nantinya bisa kita ganti dengan mengambil website html yg banyak bertebaran di internet, misalnya di situs ini, ini, atau disini. Diedit sedikit, langsung bisa dipakai 😊
Karena berada di belakang mikrotik maka di mikrotik kita perlu adakan beberapa settingan kecil, seperti di antaranya: merubah akses www untuk mikrotik yg sebelumnya di port 80 menjadi port selain itu, dalam hal ini misalnya kita pakai port 1007. Settingan ini diatur di IP-Services. Port yang tadinya 80 kita ganti menjadi 1007. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan port antara port web server yg kita bikin dengan port untuk akses mikrotik dari browser, karena untuk mengakses web server itu menggunakan port 80 jadi mikrotik mau tidak mau harus mengalah 😉 setelah ini untuk mengakses mikrotik dari browser selanjutnya harus ditambahkan port 1007, misalnya: http://192.168.2.254:1007 atau http://192.168.2.254:1007/userman untuk mengakses user manager.
Hal lain yg perlu ditambahkan di mikrotik adalah membuat NAT baru untuk port 80 web server kita. Misalnya komputer tempat web server kita IP-nya 192.168.2.100 maka di mikrotik kita masuk ke IP-Firewall-NAT, lalu tambahkan: chain= dstnat, protocol= tcp, dst port= 80, In Interface= (wan ethernet kita), action= dst-nat, To Addresses= 192.168.2.100, To Port= 80.
Settingan juga dilakukan di modem FO. Cukup masuk ke modem, biasanya menggunakan IP 192.168.1.1, user: admin, pass: admin. Masuk ke pengaturan Port Forwarding dan mengisi WAN Port=80~80, LAN Port=80~80, protocol=TCP, centang Enable Mapping dan klik "add".
Selesai semua ini maka perlu kita test.
Minggu, 29 Oktober 2017
Zero Size Replay dan Read Error di pfSense
Kadang-kadang setelah membuka banyak tab secara bersamaan di browser, entah itu di firefox, chrome, dll, maka akan ada satu atau dua tab yang kemudian memberikan pada kita pesan error: zero size replay atau pesan: read error. Sebenarnya situsnya sendiri ada dan eksis, terbukti dari kalau halamannya kita refresh maka akhirnya situs tersebut bisa terbuka. Saya sendiri kurang tahu ini penyebabnya apa, tapi paling sering itu terjadi kalau kita membuka tab browser agak banyak dalam waktu bersamaan.
Nah ternyata ada trik untuk itu yaitu memberikan sedikit script di squid yaitu di folder pesan error.
Caranya, kita masuk ke mesin pfSense melalui WinSCP. Kita menuju ke: /usr/local/etc/squid/errors. Di situ akan kita lihat banyak folder-folder yang berisikan file-file pesan error.
Pertama, biasanya yang saya lakukan di bagian ini adalah menghapus dulu semua folder kecuali folder EN berikut folder-folder shortcut-nya. Atau paling tidak, memasukkan semua kecuali EN dan folder shorcut-nya itu ke folder yang khusus saya buat untuk menampung folder lainnya. Intinya, kita melenyapkan folder lain selain folder EN dan folder shortcut-nya dari folder Errors di squid. Tapi jangan lupa untuk memilih: "en" di Error Language di tab General, Squid Proxy Server pfSense kita.
Penampakannya kira-kira seperti ini:
Tujuan saya menghapus semua folder lain itu untuk menghindari squid memilih alternatif pesan error dari folder lain, karena pernah saya alami pesan error sudah saya ganti tapi squid masih pakai pesan error yang benar, yang sebagaimana mestinya 😃 hehehe... makanya dengan jalan begini saya yakin squid pasti akan kesulitan cari file yg masih asli 😋
Setelah itu kita masukkan dan mengganti seluruh isi file asli dengan script di bawah ini ke dalam file ERR_READ_ERROR dan ERR_ZERO_SIZE_OBJECT yang ada dalam folder en:
<html>
<head>
<title>reload...</title>
<script type="text/JavaScript">
<!--
function timedRefresh(timeoutPeriod) {
setTimeout("location.reload(true);",timeoutPeriod);
}
// -->
</script>
</head>
<body onload="JavaScript:timedRefresh(1);">
</body>
</html>
Bagusnya kalau pakai notepad++ biar lebih meyakinkan. Dan jangan lupa save!
Penampakannya:
Ok, itu saja. Silakan restart squidnya dan coba lagi buka banyak tab bersamaan. Tab-tab yang sekiranya akan "read error" atau "zero size replay" akan ter-reload otomatis terus sampai halamannya terbuka 😉
Nah ternyata ada trik untuk itu yaitu memberikan sedikit script di squid yaitu di folder pesan error.
Caranya, kita masuk ke mesin pfSense melalui WinSCP. Kita menuju ke: /usr/local/etc/squid/errors. Di situ akan kita lihat banyak folder-folder yang berisikan file-file pesan error.
Pertama, biasanya yang saya lakukan di bagian ini adalah menghapus dulu semua folder kecuali folder EN berikut folder-folder shortcut-nya. Atau paling tidak, memasukkan semua kecuali EN dan folder shorcut-nya itu ke folder yang khusus saya buat untuk menampung folder lainnya. Intinya, kita melenyapkan folder lain selain folder EN dan folder shortcut-nya dari folder Errors di squid. Tapi jangan lupa untuk memilih: "en" di Error Language di tab General, Squid Proxy Server pfSense kita.
Penampakannya kira-kira seperti ini:
Tujuan saya menghapus semua folder lain itu untuk menghindari squid memilih alternatif pesan error dari folder lain, karena pernah saya alami pesan error sudah saya ganti tapi squid masih pakai pesan error yang benar, yang sebagaimana mestinya 😃 hehehe... makanya dengan jalan begini saya yakin squid pasti akan kesulitan cari file yg masih asli 😋
Setelah itu kita masukkan dan mengganti seluruh isi file asli dengan script di bawah ini ke dalam file ERR_READ_ERROR dan ERR_ZERO_SIZE_OBJECT yang ada dalam folder en:
<html>
<head>
<title>reload...</title>
<script type="text/JavaScript">
<!--
function timedRefresh(timeoutPeriod) {
setTimeout("location.reload(true);",timeoutPeriod);
}
// -->
</script>
</head>
<body onload="JavaScript:timedRefresh(1);">
</body>
</html>
Bagusnya kalau pakai notepad++ biar lebih meyakinkan. Dan jangan lupa save!
Penampakannya:
Ok, itu saja. Silakan restart squidnya dan coba lagi buka banyak tab bersamaan. Tab-tab yang sekiranya akan "read error" atau "zero size replay" akan ter-reload otomatis terus sampai halamannya terbuka 😉
Langganan:
Postingan (Atom)

